peninggalan kerajaan islam mengandung kaligrafi di jawa timur | Panduan Sederhana Untuk Anda Dalam Peninggalan Kerajaan Islam Berupa Kaligrafi Di Jawa Timur

Melancong ke kota Makassar, Sulawesi Selatan, belum paripurna rasanya jika belum mengunjungi makam para raja Tallo dan Gowa.

Peninggalan-peninggalan Sejarah yang Bercorak Islam - Campus Nancy - peninggalan kerajaan islam berupa kaligrafi di jawa timur
Peninggalan-peninggalan Sejarah yang Bercorak Islam – Campus Nancy – peninggalan kerajaan islam berupa kaligrafi di jawa timur | peninggalan kerajaan islam berupa kaligrafi di jawa timur

Image Source: blogspot.com

5 Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia beserta Gambarnya - peninggalan kerajaan islam berupa kaligrafi di jawa timur
5 Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia beserta Gambarnya – peninggalan kerajaan islam berupa kaligrafi di jawa timur | peninggalan kerajaan islam berupa kaligrafi di jawa timur

Image Source: blogspot.com

JEJAK TAPAK GURU BLOG: Peninggalan Kerajaan Islam di Indonesia - peninggalan kerajaan islam berupa kaligrafi di jawa timur
JEJAK TAPAK GURU BLOG: Peninggalan Kerajaan Islam di Indonesia – peninggalan kerajaan islam berupa kaligrafi di jawa timur | peninggalan kerajaan islam berupa kaligrafi di jawa timur

Image Source: anneahira.com

Makassar dikenal sebagai salah satu provinsi yang kaya peninggalan sejarah. Diceritakan, pada masa pemerintahan Raja Gowa VI, yakni Tunatangkalopi, kerajaan Gowa kemudian dibagi menjadi dua, yakni Gowa dan Tallo. Kedua kerajaan itu kemudian membentuk suatu persekutuan.

Raja Gowa menjadi Sombaya (raja tertinggi), sedangkan Raja Tallo menjadi Tumabicara buta (perdana menterinya), yang saat itu sangat berpengaruh di wilayah Indonesia bagian timur.

Makam para raja Tallo berlokasi di Jalan Sultan Abdullah Raya, Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, atau sekitar delapan kilometer sebelah utara titik 0 kota Makassar. Dari kawasan seluas 9.225 meter persegi itu, sepenggal sejarah kota Makassar dapat Anda lihat masih berdiri kokoh.

Seperti dipaparkan Media kompleks makam ini dibangun sekitar abad ke-17 yang merupakan tempat pemakaman para raja Tallo abad ke-17 hingga abad ke-19.

Pada kurun 1974-1975 dan 1981-1982, kompleks makam kerajaan ini dipugar oleh pemerintah, melalui Ditjen Kebudayaan, Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala, serta Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Tujuan dilakukan pemugaran adalah agar bangunan makam yang menjadi situs wisata dan budaya itu secara fisik dapat mendekati bentuk aslinya. Saat ini, kompleks makam dapat Anda lihat tampak asri, tertata apik dengan pepohonan yang rindang.

Pada situs ini, seperti ditulis Tribun Timur, juga terdapat sejumlah makam utusan kerajaan dari luar Sulawesi Selatan. Anda juga dapat melihat sisa-sisa bangunan mirip benteng pada sisi barat, utara, dan selatan.

A post shared by andifeby (@andiainunna) on Feb 17, 2016 at 10:58pm PST

Secara fisik, makam yang serupa dengan bentuk bangunan candi itu terbuat dari batu cadas dan batu bata dari tanah liat yang direkatkan satu sama lain. Umumnya, dari 78 makam para raja Tallo dapat dibagi menjadi tiga tipe yang dilengkapi beragam ornamen, yakni tipe kubah, tipe papan batu, dan tipe susun timbun.

Tipe terakhir juga disebut dengan istilah jiret semu yang lazim dijumpai di daerah Sulawesi Selatan. Biasanya makam jenis ini teruntuk raja, pejabat, atau pembesar istana.

Dari ke-78 makam di situs ini, baru sekitar 20 makam yang dapat diidentifikasi. Antara lain makam Sultan Mudhafar (Raja Tallo ketujuh), Karaeng Sinrinjala (saudara Sultan Mudhafar), Syaifuddin (Sultan kesebelas), Siti Saleha (Raja Tallo keduabelas), La Oddang Riu Daeng Mangeppe (Sultan keenambelas), dan I Malingkaang Daeng Manyonri yang merupakan Raja Tallo pertama yang memeluk agama Islam dan berjasa menyebarkan Islam di wilayah Buton, Ternate dan Palu.

Ada juga makam Raja Daeng Manyori, yang berjuluk Macan Keboka ri Tallo (Macan Putih dari Tallo), dan Karaeng Tuammalianga ri Tomoro (Raja yang berpulang di Timur).

Dari pusat kota Makassar, makam para raja Tallo dapat dengan mudah di akses, karena posisinya dekat dengan pintu tol Tallo, jalur tol Ir Sutami, dan jalan tol Pelabuhan. Selain itu, situs ini cukup mudah diakses dari bandara Sultan Hasanuddin.

Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia - peninggalan kerajaan islam berupa kaligrafi di jawa timur
Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia – peninggalan kerajaan islam berupa kaligrafi di jawa timur | peninggalan kerajaan islam berupa kaligrafi di jawa timur

Image Source: blogspot.com