kaligrafi tentang pendidikan dan artinya
 | Tujuh Aturan Mudah Kaligrafi Tentang Pendidikan Dan Artinya

kaligrafi tentang pendidikan dan artinya  | Tujuh Aturan Mudah Kaligrafi Tentang Pendidikan Dan Artinya

Ada istilah lain kaligrafi yang muncul dengan sebutan ‘khat’, yang bermakna tulisan atau garis, dan mengacu pada tulisan yang indah. Ensiklopedi Islam terbitan PT Ichtiar Baru van Hoeve menjelaskan bahwa istilah khat dikemukakan oleh Syekh Syamsuddin al-Akfani. Ia adalah penulis berbagai cabang ilmu, seperti tasawuf dan kedokteran.

Dalam kitabnya yang berjudul Isryad al-Qasid yang membahas mengenai akhlak tasawuf, khususnya pada Hasyrul Ulum, Syekh Syamsuddin mengatakan, khat adalah ilmu yang memperkenalkan bentuk-bentuk huruf tunggal, penempatannya, dan cara merangkainya menjadi tulisan.

Khat, menurutnya pula, apa yang ditulis dalam baris-baris, bagaimana cara menulisnya, serta menentukan mana yang tidak perlu ditulis, menggubah ejaan yang perlu digubah, dan bagaimana menggubahnya. Pengertian ini merujuk pada syarat terwujudnya tulisan yang bagus, di antaranya kesempurnaan, tata letak, dan pengolahan huruf.

Kaligrafer bernama Yaqut al-Musta’simi (wafat 1298 Masehi) memaparkan, suatu tulisan dapat dikatakan indah jika tulisan itu menyebarkan pengaruh keindahannya ke hati, jiwa, dan pikiran. Bahkan, ia melahirkan pernyataan terkenal. Kaligrafi, ucap dia, adalah arsitektur rohani yang lahir melalui perabot kebendaan.

Pada masa awal Islam, yaitu masa Rasulullah dan para sahabat utama beliau, corak kaligrafi masih kuno dan merujuk pada tempat kaligrafi itu dipakai. Misalnya, Makki adalah kaligrafi yang dipakai di Makkah, Madani merupakan kaligrafi di Madinah, dan Kufi diartikan sebagai kaligrafi yang banyak ditemukan di Kufah.

Dari semua itu, Kufi menjadi favorit dan satu-satunya kaligrafi yang digunakan untuk menulis mushaf Alquran hingga berakhirnya kekuasaan para sahabat, dari Abu Bakar hingga Ali bin Abu Thalib. Selain kepiawaian dalam baca dan tulis, minat Muslim pada kaligrafi diperkuat dengan keinginan memperindah tulisan Alquran.

Di sisi lain, pemicu lainnya berasal dari ayat-ayat Alquran, seperti qalam (pena), kitab, dan yasturun (menggores). Ada pula pernyataan Rasulullah mengenai hal ini. “Kaligrafi yang bagus akan menambahkan kebenaran lebih nyata”. Pada masa kekuasan Bani Umayyah mulai ada perubahan. Ada ketidakpuasan dengan corak Kufi. Sebab, corak Kufi dianggap kaku dan sulit untuk digoreskan.

Berpijak pada kondisi itu, maka mulailah lahir tulisan bergaya lebih lembut. Corak yang terkenal adalah Tumar, Jalil, Nisf, Sulus, dan Sulusain. Khalifah Muawiyah bin Abu Sufyan menjadi sosok penting yang mendesak pencarian alternatif corak kaligrafi selain Kufi.

Ketika kekhalifahan di bawah kendali Abbasiyah, kaligrafi juga mengalami dinamikanya sendiri. Saat itu ada corak Khafif Sulus, Khafif Sulusain, Riyasi, dan Al-Aqlam as-Sittah. Tokoh terkemukanya adalah Al-Ahwal dan Ibnu Muqlah. The Oxford Encyclopedia of the Modern Islamic World menyebut, Ibnu Muqlah yang menetapkan standar huruf.

Pada masa-masa selanjutnya, kaligrafi juga mengalami banyak perubahan. Tak hanya dalam bentuknya yang tradisional, tetapi juga modern.

makalah supervisi dan administrasi pendidikan | rina farihah - kaligrafi tentang pendidikan dan artinya
makalah supervisi dan administrasi pendidikan | rina farihah – kaligrafi tentang pendidikan dan artinya | kaligrafi tentang pendidikan dan artinya

Image Source: blogspot.com