kaligrafi kontemporer tradisional
 | Sekarang Saatnya Untuk Mengetahui Kebenaran Tentang Kaligrafi Kontemporer Tradisional

kaligrafi kontemporer tradisional  | Sekarang Saatnya Untuk Mengetahui Kebenaran Tentang Kaligrafi Kontemporer Tradisional

PAMEKASAN – Menciptakan kaligrafi indah bukan pekerjaan mudah. Namun bagi Asyroful Anam sudah menjadi hobi dan keahlian. Konsep belajar yang tekun dan telaten mengantarkannya sebagai juara satu nasional.

KARYA KALIGRAFI KONTEMPORER TINGKAT PROVINSI RIAU | Pesantren Seni ... - kaligrafi kontemporer tradisional
KARYA KALIGRAFI KONTEMPORER TINGKAT PROVINSI RIAU | Pesantren Seni … – kaligrafi kontemporer tradisional | kaligrafi kontemporer tradisional

Image Source: blogspot.com

Welcome to Ismail Sites - kaligrafi kontemporer tradisional
Welcome to Ismail Sites – kaligrafi kontemporer tradisional | kaligrafi kontemporer tradisional

Image Source: blogspot.com

6 LUKISAN KALIGRAFI KONTEMPORER KARYA PONIMAN ~ AssiryGRCKubah - kaligrafi kontemporer tradisional
6 LUKISAN KALIGRAFI KONTEMPORER KARYA PONIMAN ~ AssiryGRCKubah – kaligrafi kontemporer tradisional | kaligrafi kontemporer tradisional

Image Source: blogspot.com

”Awal mulanya saya hanya senang melihat kaligrafi yang dipampang di dinding Pondok Pesantren Bata-Bata,” kata Asyroful Anam memulai pembicaraannya dengan Jawa Pos Radar Madura (JPRM), Selasa (15/8).

Sejak 2013 dia tertarik mengikuti kursus khat atau kaligrafi Jam’iyyatul Khatthat Ponpes Mambaul Ulum Bata-Bata. Namun untuk mencapai keinginan itu tidaklah mudah. Dia Harus berdesak-desakan dengan ratusan santri lain yang juga akan mengikuti program tersebut.

Formulir yang disediakan pengurus terbatas. Santri harus cepat. Kalau tidak kebagian, harus menunggu program berikutnya. Bahkan, Asyroful Anam saat itu harus menangis karena terimpit di tengah desakan santri. ”Alhamdulillah, saat itu saya kebagian memperoleh formulir,” kata remaja 16 tahun itu.

Di Jam’iyyatul Khatthat tersebut dia belajar sekitar enam bulan. Dia dilatih dengan telaten oleh guru yang membimbing. Dia yang awalnya hanya senang melihat, akhirnya mampu menciptakan karya juga.

Sejak itulah, potensi dirinya dalam menghasilkan kaligrafi indah semakin terasah. Bahkan, sukses meraih beberapa prestasi kaligrafi yang diperlombakan. Baik tingkat kecamatan, kabupaten, dan nasional.

Beberapa prestasi itu tidak membuat dirinya puas. Tiap hari dia tetap mengasah, belajar, dan meningkatkan kemampuan. Kemampuan itu dia tularkan kepada santri-santi yang baru belajar.

Saat ini lima jenis kaligrafi sudah dikuasai. Seperti kaligrafi kontemporer, pemandangan, dekorasi, hiasan mushaf, dan seni rupa. Ratusan karyanya dalam seni kaligrafi sudah berhasil diciptakan. Dari hasil karyanya, dia pun bisa meraih keuntungan sehingga sedikit meringankan beban orang tuanya.

”Harganya mulai Rp 100 ribu hingga jutaan rupiah. Alhamdulillah, masyarakat di Madura banyak yang memesan hasil kaligrafi yang saya buat,” terangnya.

Di antara hasil kaligrafi yang dia ciptakan yaitu ayat 6 Surat At-Tahrim berbentuk pohon dan akar. Kaligrafi itulah yang berhasil meraih juara satu lomba kaligrafi tingkat nasional di Jogjakarta beberapa waktu lalu.

Hasil kreativitas santri kelahiran Sampang, 23 Mei 2001 itu sempat ditiru peserta lain untuk tingkat MTs pada lomba kaligrafi nasional. Dia sempat khawatir hasil karyanya nanti tidak dikagumi dewan juri. ”Sebab karya-karya saya sudah tersebar di YouTube, medsos, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Diakui, untuk menciptakan kaligrafi dibutuhkan inspirasi. Juga, harus banyak bejalar dan mengamati kaligrafi-kaligrafi yang sudah dikenal. Dengan begitu, bisa dikembangkan untuk menciptakan karya.

”Yang sulit mengombinasikan warna dan tiga dimensi, sehingga terlihat nampak nyata. Butuh inspirasi dan ketelitian. Untuk bisa mewujudkan lukisan seperti tiga dimensi harus banyak melihat karya-karya tiga dimensi dan disertai latihan,” ujarnya.

Asyroful Anam berkreasi bukan untuk kepentingan pribadi. Dia menggeluti dunia seni kaligrafi juga karena ingin membuktikan kecintaan kepada negeri. Karena itu, juara pertama lomba kaligrafi Aksioma awal Agustus lalu menjadi kado spesial HUT Ke-72 Kemerdekaan RI.

Menurut dia, arti kemerdekaan itu bukan hanya terlepas dari penjajahan secara fisik. Jika kemerdekaan

gajir kaligrafi - YouTube - kaligrafi kontemporer tradisional
gajir kaligrafi – YouTube – kaligrafi kontemporer tradisional | kaligrafi kontemporer tradisional

Image Source: ytimg.com